Entry: Miscellanous #10 Saturday, May 10, 2008



YAKITATE JAPAN, NOW in INDONESIA!

 

Masih ingat dengan komik yang satu ini? Itu lho, komik tentang pembuat roti yang dulu pernah mengajari kita memasak roti dengan rice cooker. Nah, sekarang ada kabar gembira nih, karena ternyata roti tersebut kini dijual bebas di dunia nyata! Asyiknya lagi, buat kamu-kamu yang tinggal di kota Jakarta kini bisa langsung mencicipi roti ini, soalnya roti Yakitate Japan katanya dijual juga disana! Yap, kemarin saya baru saja mendapat kabar dari teman yang tinggal di Jakarta. Menurut kesaksiannya saat ia jalan-jalan di sekitar Blok-M Jakarta, ia kebetulan melihat roti Yakitate Japan ini dijual di toko yang namanya Papaya... atau semacamnya gitu. Hmmm, gimana ya rasanya?

    

Berita ini juga melengkapi kabar gembira lainnya bahwa Yakitate Japan kini telah hadir komik jilid (lepas)-nya, yang notabene sudah mencapai volume ke-3. Diterbitkan secara resmi oleh Elex Media Komputindo, resep-resep unik dalam membuat roti pun mulai dihadirkan. Misalnya seperti yang baru saja saya dengar, "Roti Microwave" bakal hadir di sekitar jilid 5 atau 6. Waaah, kalau kemarin kita sudah mencicipi roti yang dibuat dengan Rice Cooker, sekarang bagaimana ya roti yang dibuat dari Microwave? Let's check it out!

=======================

MICROWAVE BREAD



Bahan-bahan:
- Terigu 150 gr (+/- 2,5 cup)
- Mentega Tawar 8 gr (2 sendok makan)
- Susu Cair 75 ml (1 cup susu)
- Garam 1 gr (1,5 sendok teh)
- Ragi kering 4 gr (2 sendok teh)
- Gula Pasir 9 gr (2 sendok makan)
- Wijen bila perlu


Cara Membuat:
1. Pertama-tama, masukkan susu cair 75 ml dan mentega tawar 8 gr ke dalam mangkuk tahan panas, dan panaskan dalam microwave 600 W selama 30 detik. (Tips: Kalau suhu susu melebihi 40 derajat celcius, dinginkan dulu. Ragi tak akan berfermentasi di suhu yang terlalu tinggi)


2. Setelah bahan pertama dikocok rata, tambahkan garam 1 gr, gula pasir 9 gr, terigu protein tinggi 35 gr, dan ragi kering 4 gr, lalu dikocok lagi.

3. Setelah adonan rata, tambahkan sisa terigu 65 gr, kembali dikocok sampai adonannya terlihat cukup lengket. (Tips: Pada tahap ini jangan uleni adonannya. Karena kalau diuleni adonannya tak bisa mengembang di microwave. Lihat penjelasan dibawah*)


4. Tutup adonan dengan cooking paper, lalu panaskan dalam microwave 150  - 200 w selama 30 detik. Maka selesailah fermentasi tahap 1. Dari sini taburkan terigu pada talenan dan bagi adonan menjadi 4.

5. Bentuk keempat adonan tadi jadi seperti bola, tutup dengan cooking paper dan lap basah, lalu diamkan selama 10 menit dalam suhu kamar. Setelah itu, tekan adonan dengan jari untuk mengeluarkan gasnya, lalu dibentuk bulat lagi, kemudian panaskan dalam microwave 150-200 w (level 30%) selama 30 detik.


6. Basahi sedikit adonannya, taburi wijen bila perlu. Sekali lagi, tutup adonan dengan cooking paper dan lap basah, diamkan lagi 10 menit dalam suhu kamar. (Teman saya mencoba mendiamkannya lebih lama, sekitar 45 menit).

7. Setelah itu, tinggal panggang rotinya dalam oven dengan suhu 200 derajat celcius selama sekitar 10 menit, hingga berwarna coklat keemasan. Kemudian roti siap disantap!


=========================

*Kenapa dalam langkah 3, adonan tidak boleh diuleni saat akan dimasukkan dalam microwave?
Dalam proses konvensional, jika adonan diuleni sampai lembut, kandungan airnya akan terserap oleh lapisan dalam gluten, sehingga zat tepung akan kekurangan air dan amilase tak dapat memproduksi glukosa dan maltosa. Tapi jika melakukan fermentasi tanpa diuleni, kandungan air tak akan terperangkap didalamnya, sehingga zat tepung dan enzim amilase tak akan kekurangan air.


Bagaimana sudah dicoba? Bagi yang kurang yakin dan membutuhkan referensi, bolehlah menengok sekilas pada salah satu teman kita, Erithid
, yang sudah membuat roti ini dan menjadikannya sarapan selama seminggu. Caranya sedikit berbeda, total waktu pembuatannya rata-rata 1,5 jam.

Sumber Referensi:
- Yakitate Japan, chapter 72.
- 30 detik fermentasi dengan microwave oleh Sachiko Murakami

==============================

TRIVIA: GENIOUS BREAD MAKER
Ada-ada saja ide Yakitate Japan ini. Kalau komik lain menjual pernak-perniknya berupa mainan maupun kartu, maka Yakitate ini membuat merchandise berwujud roti. Ide resep roti ini memang sudah teruji lewat seorang pembuat roti handal. Yang lebih unik lagi, dalam cerita Yakitate ini juga banyak unsur humornya. Misalnya, dalam lomba roti tersebut ternyata hadir bapak menteri kesehatan & pangan sebagai jurinya. =)



   7 comments

mitha
October 20, 2009   10:42 PM PDT
 
aku jg baca komiknya... ceritanya bagus... banget....z...
macangadungan
April 15, 2009   05:01 PM PDT
 
papaya?
kayaknya pernah liat
dimana ya?
di mall gitu deh...
ga pernah baca komiknya XDDD
The Bitch
April 6, 2009   08:46 AM PDT
 
oh, papaya? dikit. mending kamome di darmawangsa. ada roti ikan anget disana. mbuh jeneng e opo.

kamu adeknya tito ya? jangan pesen sama masmu. dia nggak berani jalan sendirian di jakarta.
tito
September 21, 2008   11:33 AM PDT
 
daerah blok-m ya? coba nanti kalau ke sana. kalau nemu bisa buat oleh-oleh tuh :D
Anubis-chan
May 11, 2008   12:54 AM PDT
 
@Aru fian: Makanya, enak ya kamu di Jepang. Cari roti-roti Japan gampang. Kapan-kapan kalau kamu balik ke Indo nitip donk roti melon satu! Lulus razia kan? Hehehe...

@Ecchan: Oke deh. Ngomong2 alamat lamamu http://ecchan.blogdrive.com/ kan? Kenapa pindah ke wordpress? Biar praktis? ^^ OK, ntar aku edit linknya.
ecchan
May 10, 2008   11:53 AM PDT
 
humm... roti-nya yakitate japan yah??
kalo di surabaya sih ada di komugi ama papaya.. tapi bukan yang berlabel yakitate japan.. tapi jenis2 rotinya.. misalnya aja melon pan yang enak ituh :3

btw.. blogna chan pindah loh... tolong linknya yah :D
Aru Fian
May 10, 2008   10:58 AM PDT
 
Wehehe.....

Ternyata roti yg kayak gitu gak banyak yah..baru nyadar saya.

Iya di jepang tuh, toko roti kayak gitu banyak berkeliaran. Enak2 lagi tuh rotinya, harganya emang agak mahal, tp worthed kok.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments